Kota Brebes



Kota Brebes



Lambang Kabupaten Brebes



Peta lokasi Kabupaten Brebes

Kabupaten Brebes adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayahnya 1.657,73 km², jumlah penduduknya sekitar 1.767.000 jiwa (2003). Ibukotanya adalah Brebes. Brebes merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk paling banyak di Jawa Tengah.

Geografi


Peta Administrasi Provinsi Jawa Tengah

Kabupaten Brebes terletak di bagian Utara paling Barat Provinsi Jawa Tengah, diantara koordinat 108° 41’37,7″ – 109° 11’28,92″ Bujur Timur dan 6° 44’56’5″ – 7° 20’51,48 Lintang Selatan dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Barat. Penduduk Kabupaten Brebes mayoritas menggunakan bahasa Jawa yang yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, biasanya disebut dengan Bahasa Jawa Brebes. Namun terdapat Kenyataan pula bahwa sebagian penduduk Kabupaten Brebes juga bertutur dalam bahasa Sunda dan banyak nama tempat yang dinamai dengan bahasa Sunda menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah ini adalah bagian dari wilayah Sunda. Daerah yang masyarakatnya sebagian besar menggunakan bahasa Sunda atau biasa disebut dengan Bahasa Sunda Brebes, adalah meliputi Kecamatan Salem,Banjarharjo,dan Bantarkawung, dan sebagian lagi ada di beberapa Desa di Kecamatan Losari,Tanjung,Kersana,Ketanggungan dan Larangan.

Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali (sekarang disebut sebagai Kali Brebes atau Kali Pemali yang melintasi pusat kota Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.

Ibukota kabupaten Brebes terletak di bagian timur laut wilayah kabupaten. Kota Brebes bersebelahan dengan Kota Tegal, sehingga kedua kota ini dapat dikatakan “menyatu”.

Brebes merupakan kabupaten yang cukup luas di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Bagian barat daya merupakan dataran tinggi (dengan puncaknya Gunung Pojoktiga dan Gunung Kumbang), sedangkan bagian tenggara terdapat pegunungan yang merupakan bagian dari Gunung Slamet.

Dengan iklim tropis, curah hujan rata-rata 18,94 mm per bulan. Kondisi itu menjadikan kawasan tesebut sangat potensial untuk pengembangan produk pertanian seperti tanaman padi, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.

Karakteristik wilayah pantai

Pantai – pantai di Kabupaten Brebes merupakan tempat bermuaranya sungai besar dan kecil, yang menyebabkan daerah pantainya makin bertambah ke arah laut (prograding).Pantai di Brebes dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis pantai, yaitu: pantai delta ( Delta Losari dan Pemali), pantai teluk ( Teluk Bangsri ) dan pantai lurus ( Randusanga ). Berdasarkan tingkat perkembangan atau penambahan daerah pantainya, pantai delta mengalami perubahan paling dinamis, diikuti oleh pantai teluk kemudian oleh pantai lurus.

Pembagian zonasi pantai terdiri dari bagian barat mulai dari Losari ( Prapag Kidul dan Prapag Lor ), Teluk Bangsri sampai dengan sekitar muara sungai Nippon (Desa Sawojajar dan Kaliwlingi) baik untuk pengembangan konservasi tanaman bakau ( mangrove ) yang dapat berfungsi untuk pemulihan daya dukung lingkungan, sedangkan wilayah pantai bagian timur mulai sebelah timur sungai kamal sampai dengan Pantai Randusanga Kulon sangat baik untuk dikembangkan menjadi Kawasan Pelabuhan Antarpulau maupun Kawasan Pariwisata Pantai.

Perairan daerah pantai bagian barat relatif dangkal, untuk mencapai kedalaman laut 5 meter berjarak lebih kurang 2.25 km dari garis pantai, sedang di perairan bagian timur, kedalaman laut 5 meter, berjarak lebih kurang 1,4 km. Makin kearah lepas pantai kedalaman laut berubah secara gradual ( morfologi dasar lautnya landai ) dengan pola garis kontur tidak lagi mengikuti bentuk garis pantainya.

Wilayah pesisir pantai Kabupaten Brebes yang mempunyai panjang pantai ± 73 KM yang meliputi 14 desa di 5 kecamatan memiliki potensi yang tak ternilai bagi masyarakat. Perairan pantai tidak saja menjadi sumber pangan yang produktif, tetapi juga sebagai gudang mineral, alur pelayaran, tempat rekreasi dan juga sebagai tangki pencerna bahan buangan hasil kegiatan manusia. Besarnya sumber alam yang terkandung di dalamnya, hayati maupun non hayati serta aneka kegunaan yang bersifat ganda merupakan bukti yang tidak dapat disangkal, bahkan menjadi tumpuan harapan manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat di masa mendatang.

Transportasi

Ibukota kabupaten Brebes terletak sekitar 177 km sebelah barat Kota Semarang, atau 330 km sebelah timur Jakarta. Kabupaten ini dilalui jalur pantura, dan menjadi pintu masuk utama Jawa Tengah di sisi barat dari arah Jakarta/Cirebon, sehingga Brebes memiliki posisi yang cukup strategis. Selain itu, juga terdapat jalan provinsi sebagai jalur alternatif menuju ke kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan seperti Purwokerto, Kebumen, dan Yogyakarta.

Terdapat pula Jalan Tol yang menguhubungkan propinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah yaitu ruas jalan tol Kanci – Pejagan sepanjang 35 KM yang 12 KM diantaranya melintasi wilayah Kabupaten Brebes yang pintu gerbangnya terdapat di desa Tegongan.Dengan adanya jalan tol ini, lalu-lintas semakin lancar terutama untuk yang menuju arah Purwokerto/Yogyakarta apalagi saat musim mudik lebaran.

Ada dua jalur rel kereta api dari arah Jakarta/Cirebon, yakni jalur menuju timur (Semarang) dan jalur menuju selatan (Purwokerto). Stasiun kereta api utama adalah Stasiun Brebes, di samping stasiun lainnya seperti: Tanjung, Kersana, Ketanggungan, Larangan, Bumiayu, dll.

Pembagian Wilayah Administratif

Secara administratif Kabupaten Brebes terbagi dalam 17 kecamatan, yang terdiri atas 292 desa dan 5 kelurahan.

Dalam Pola Perwilayahan Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Brebes termasuk Wilayah Pembangunan II dengan pusat di Tegal. Kabupaten Brebes sendiri dalam perwilayahan pembangunan dibagi menjadi 3 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) yaitu:

1. SWP Ia, dengan pusat di Brebes, meliputi Kecamatan Brebes, Wanasari, Jatibarang dan Songgom. Sektor yang dapat dikembangkan adalah pertanian, khususnya sub sektor perikanan, sector perdagangan/jasa dan sektor pemerintahan.
2. SWP Ib, dengan pusat di Tanjung, meliputi Kecamatan Tanjung, Losari dan Bulakamba. Sektor yang dapat dikembangkan adalah sector perdagangan dan pertanian.
3. SWP II, dengan pusat di Ketanggungan, meliputi Kecamatan Ketanggungan, Banjarharjo, Larangan dan Kersana. Sektor yang dapat dikembangkan di wilayah ini adalah sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan antara lain meliputi sayur mayur, bawang merah dan lombok serta sektor pemerintahan.
4. SWP III, dengan pusat di Bumiayu, meliputi Kecamatan Bumiayu, Tonjong, Sirampog, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem. Sektor yang dikembangkan adalah sektor pertanian, industri kecil, pariwisata dan perdagangan.

Kecamatan-kecamatan yang terdapat di Kabupaten Brebes, yaitu:

1. Banjarharjo
2. Bantarkawung
3. Brebes
4. Bulakamba
5. Bumiayu
6. Jatibarang
7. Kersana
8. Ketanggungan
9. Larangan
10. Losari
11. Paguyangan
12. Salem
13. Sirampog
14. Songgom
15. Tanjung
16. Tonjong
17. Wanasari

Perekonomian

Bawang Merah bagi Kabupaten Brebes merupakan trade mark mengingat posisinya sebagai penghasil terbesar komoditi tersebut di tataran nasional. Namun di sektor pertanian sebagai sektor dominan, Kabupaten Brebes tidak hanya menghasilkan bawang merah. Berbagai komoditi lain yang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan bagi para investor baik yang berasal dari dalam maupun dari luar Kabupaten Brebes antara lain: kentang granula, cabe merah dan pisang raja.

Di luar sektor pertanian, Kabupaten Brebes juga mempunyai potensi hijauan makanan ternak yang melimpah dan tersebar hampir di setiap kecamatan. Kondisi itu menjadikan kabupaten ini berkembang berbagai usaha peternakan baik jenis ternak besar maupun kecil antara lain; ternak sapi, kerbau, domba, kelinci rex, ayam petelur, ayam potong dan itik. Telur hasil ternak itik diolah oleh masyarakat setempat menjadi produk telur asin yang popularitas atas kualitasnya sangat dikenal dan tidak diragukan. Banyak yang menyebut Brebes adalah Kota Telur Asin.

Sementara sebagai salah satu daerah yang terletak dalam wilayah pantai utara Pulau Jawa, Kabupaten Brebes mempunyai 5 wilayah kecamatan yang cocok untuk mengembangkan produksi perikanan yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Hasil produksi perikanan yang menonjol meliputi; bandeng, udang windu, kepiting, rajungan, teri nasi dan berbagai jenis ikan laut yang lain. Hasil produk perikanan ini oleh masyarakat setempat telah dikembangkan usaha pembuatan Bandeng Presto Duri Lunak dan Terasi.

Sarana kesehatan

Disamping adanya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di seluruh ibukota kecamatan dan di beberapa desa, terdapat pula rumah sakit – rumah sakit baik yang dikelola pemerintah maupun swasta yaitu :

* RSUD Brebes, Jl. Jend. Sudirman No. 80
* RSU Bumiayu
* RSI Siti Asiyah Jl Raya Bumiayu
* RS Bhakti Asih, Jl. P. Diponegoro No 125 Pesantunan
* RS Dedy Jaya, Jl A. Yani kota Brebes
* RSIA Mutiara Bunda, Jl. Raya Tanjung
* RS Dera As-syifa , Jl. Merdeka No. 191 Banjarharjo

Sarana pendidikan

Selain telah meratanya sarana pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar sampai pendidikan menengah, terdapat pula beberapa pendidikan tinggi yaitu :

* Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Manggalia, Jl Jend.Sudirman No. 165-167 Brebes
* Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Brebes, Jl. Yos Sudarso No.36 Brebes
* Akademi Kebidanan (Akbid) YPBHK Brebes , Desa Janegara Jatibarang
* Akademi Keperawatan Al-Hikmah Brebes , Ponpes Al-Hikmah 2, Benda Sirampog
* Universitas Muhadi Setiabudi
* Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Islam Bumiayu

Pariwisata

* Waduk Malahayu
* Waduk Penjalin
* Mata Air Sungai Pemali
* Pantai Randusanga
* Pemandian Air Panas Cipanas Bantarkawung
* Pemandian Air Panas Cipanas Kedungoleng
* Cagar Alam Telaga Ranjeng
* Mata Air Cibentar, Bentarsari, Salem
* Air Terjun Waru Doyong
* Mata Air Dua Suhu
* Ciblon Waterboom Brebes
* Agrowisata Kaligua
* Agrowisata Sepoor Teboe PG Jatibarang
* Kebun Durian Antap Sari di desa Rajawetan , Tonjong

Wisata kuliner dan makanan khas

* Telur asin asli khas Brebes yang banyak di jual di kios-kios sebelah barat jembatan Kali Pemali
* RM Berkah Ilahi dan RM Sakinah khas sate kambing muda di pertigaan Tanjung
* Rujak/pecel belut Mak Ribut di desa Cigedong
* Kupat Blengong dan Sate Blengong, merupakan sate yang terbuat dari daging blengong (sejenis itik) yang biasanya dimakan dengan ketupat, banyak terdapat di warung sekitar alun-alun kota Brebes
* RM Soto Ridwan khas soto Brebes yang dicampur dengan tauco , di blok panggung Ketanggungan
* RM Kampung Alang-alang, khas ikan bakar yang terletak di Desa Kubangpari, atau tepatnya sekitar 12 km dari jalan raya pantura, dari ibu kota Kecamatan Tanjung, Brebes ke selatan, dengan posisi strategis di pinggir jalan jurusan objek wisata Waduk Malahayu
* Bandeng Presto Duri Lunak khas Brebes yang banyak diproduksi oleh warga di sekitar Limbangan kota Brebes
* Nasi lengko, menu sarapan pagi yang terdiri dari nasi, Ketimun, tahu, tauge, emping, sambal kacang dan kecap.
* Tape ketan daun jambu, terbuat dari beras ketan (biasanya berwarna hijau) dan dikemas dengan menggunakan daun jambu, sehingga menambah aroma dan rasa.
* Teh Poci Wasgitel, yaitu minuman teh yang wangi, sepet, legi dan kentel, merupakan minuman khas Kabupaten Brebes dan Tegal yang penyajiannya menggunakan poci dan cangkir yang terbuat dari tanah liat. Dihidangkan dalam keadaan panas dengan pemanis berupa gula batu.
* RM Kafe Gusti, khas ikan bandeng pepes dan bakar lumpur terletak Objek Wisata Pantai Randusanga Indah.
* RM H. Moei, khas sate kambing muda yang terletak di Jl.Raya Kaligangsa kota Brebes
* RM Bie Seng di Jl. Raya Cendrawasih Tanjung, khas ayam goreng.

Seni dan Budaya

Kesenian daerah yang berkembang antara lain :

* Seni Burok / Burokan
* Sintren
* Dogdog Kaliwon
* Kuntulan
* Calung yang berkembang di sekitar kecamatan Bantarkawung
* Barongan
* Wayang Golek
* Tari Topeng Brebes

Bangunan dan tempat bersejarah

Kebanyakan tempat yang bersejarah yang berbentuk arsitekur bangunannya merupakan peninggalan masa penjajahan Belanda

* Kompleks Perumahan dan Bekas Bangunan Pabrik Gula di Kersana, Brebes
* Kompleks Perumahan dan Bekas Bangunan Pabrik Gula di Banjaratma
* Kompleks Pabrik Gula Jatibarang yang merupakan satu-satunya pabrik gula peninggalan penjajahan Belanda yang masih beroperasi di daerah ini.
* Masjid Agung Brebes
* Masjid Al Kurdi didesa Karangmalang yang dibangun tahun 1917

Rupa – rupa

* Batik Salem
* Kerajinan keramik hias di desa Malahayu yang memiliki bentuk artistik sehingga tidak kalah dengan keramik hias asal Cina
* Kerajinan sanggul asal Kelurahan Limbangan Wetan
* Kerajinan Rebana asal desa Kaliwadas yang telah banyak dipasarkan ke dalam negeri maupun tujuan ekspor ke luar negeri
* Industri kecil / rakyat pembuatan tambang untuk kapal di Kubangwungu

Nama -nama sungai

Sebagai daerah yang mempunyai wilayah cukup luas yang terdiri dari pegunungan dan wilayah pantai, terdapat sungai-sungai yang mempunyai arus cukup deras terutama saat musim hujan. Aliran sungai yang melintas pada umumnya membentang dari arah dataran tinggi di wilayah selatan (daerah hulu), ke dataran rendah di wilayah utara ( daerah hilir ) menuju ke Laut Jawa yaitu :

1. Sungai Kaligangsa
2. Sungai Pemali
3. Sungai Balaikambang
4. Sungai Luwungmalang
5. Sungai Bangsri
6. Sungai Pakijangan
7. Sungai Kluwut
8. Sungai Babakan
9. Sungai Buntiris
10. Sungai Kebuyutan
11. Sungai Sinung
12. Sungai Tanjung
13. Sungai Bancang
14. Sungai Cisanggarung
15. Sungai Cikeruh
16. Sungai Erang
17. Sungai Pedes
18. Sungai Ciegelagah
19. Sungai Cigunung
20. Sungai Cilakart
21. Sungai Ciraja
22. Sungai Rambatan

Tokoh terkenal

Berikut beberapa tokoh baik yang berskala nasional maupun daerah yang berasal dari Kabupaten Brebes

* Soekmono, seorang arkeolog pemimpin proyek pemugaran Candi Borobudur
* Besar Mertokusumo, advokat pertama Indonesia dan anggota BPUPKI
* Yahya Muhaimin, Mendiknas RI masa Presiden Abdurrahman Wahid
* KH. Masruri Mughni, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah
* Taufiqurahman Syahuri, ahli Ilmu Tata Negara
* Saurip Kadi, Mantan Aster KSAD
* Muhadi Setiabudi, pemuda pelopor dan pengusaha sukses
* Soewardi Wiraatmadja, tokoh pendidikan
* Atmo Tan Sidik, budayawan masyarakat pantura
* Akhmad Musttaqin
* Khusnul Yakin, pemain sepak bola profesional Liga Indonesia
* Wawan Hardiawan, pemain sepak bola (penjaga gawang) profesioanal Liga Indonesia
* Chunaeni Latief, profesor riset bidang opto elektronika dan aplikasi laser (Peneliti LAPAN)
* Darsono Wisadirana, gurus besar ilmu sosiologi Universitas Brawijaya Malang
* Rustopo, guru besar jurusan karawitan ISI Surakarta
* Juri Ardiantoro, Ketua KPU DKI Jakarta
* Urip Santoso, guru besar peternakan Universitas Bengkulu
* Hermawan Aksan, sastrawan, penulis nasional, wartawan BOLA, redaktur koran Galura Bandung Jawa Barat. asal desa jipang

Legenda dan cerita rakyat

Babad Brebes

Babad Brebes tidak bisa dipisahkan dengan sejarah kerajaan-kerajaan jaman dahulu yang berdiri di tanah Jawa dan tanah Sunda, diantaranya kerajaan Galuh Kawali, kerajaan Tarumanegara, kerajaan Kalingga, kerajaan Pajajaran, kerajaan Mataram, kesultanan Demak, kesultanan Pajang l yang daerah kakuasaannya juga masuk wilayah Brebes. Babad Brebes juga tidak bisa dipisahkan dengan legenda-legenda dan mitos-mitos Ciung Wanara, kali Pemali dan lain-lainnya.

Serat Kanda

Dalam Serat Kanda ada kisah bahwa setelah Kerajaan Majapahit didirikan, Raja Brawijaya (Raden Susuruh) menjemput permaisurinya yang masih ada di kerajaan Galuh, yang dibantu Arya Bangah yang sedang perang melawan Ciyung Wanara. Saat perang berakhir Arya Bangah mengalami kekalahan , dan diusir sampai wilayah Tugu. Disini Pasukan kerajaan Majapahit yang siap membantu Arya Bangah, namun tetap terdesak sampai pinggir sungai Pemali. Tempat peperangan yang terletak di sekitar sungai Pemali inilah akhirnya dinamakan Brebes.

Genta dan cincin emas

Empat buah Genta dari desa Slarang dan Cincin Emas dari desa Karangmangu dapat dijadikan bukti bahwa sejak jaman Hindu, peradaban sudah ada di wilayah Brebes sebab pusaka-pusaka tersebut berasal dari peradaban Hindu.

Jaman Kerajaan-Kerajaan

Cerita sejarah Kerajaan-Kerajaan di wilayah Brebes pada umumnya dimulai dari Kerajaan Majapahit (abad XIII). Abad VI atau VII juga ada kerajaan Galuh Kawali yang wilayah kekuasaannya sampai daerah Kedu. Kerajaan ini tidak murni mempunyai peradaban Sunda sebab sebagian raja-rajanya berasal dari keturunan dari kerajaan Kalingga (Jawa Tengah). Apalagi ada dugaan yang menyebutkan kalau kerajaan ini adalah pindahan dari lereng gunung Slamet, yang berarti peradaban yang dianut juga bukan peradaban Sunda karena peradaban Sunda berasal dari kerajaan Tarumanegara yang dilanjutkan dengan kerajaan Sunda lalu kerajaan Pajajaran.

Tahun 732 M, wangsa Sanjaya mebangun kerajaan Mataram Kuna (Mataram Hindu) yang beribu kota Medhang Kamulan yang dimasa ini dibangun candi-candi Siwa di pegunungan Dieng, Banjarnegara.

Tahun 750 M, wangsa Syailendra (Budha) menguasai Jawa Tengah, akibat pusat-pusat Kerajaan Hindu pindah ke wilayah Jawa Timur.


*Sumber : WIKIPEDIA

3 Tanggapan

  1. ass.wr.wb. Pertama-tama abdi hamba alloh yg blm tau sejarah.sungguh cuma bisa mengucapkan,masya alloh subhannalloh ucapa kula ning sampean begitu dlm pengetahuan sejarah di negara kita indonesia…sblm nya abdi kesuwn saget .ing atase pengalamane sejarah panjenengn hampur
    sawise abdi ucapkan sukses selalu…wassalam muallaikum.wr.wb ma’af blm saya perbaiki alamat @gmail nya mohon ma’af seblum nya.hp di utak atik temen.sblm nya blm selesai, n pengen blajar n mempelajari @gmail sama temen…?

    Terima kasih Mas Kasan… sering-sering mampir ke website ini yah … 😉

  2. Ok.!

  3. MOHON DILENGKAPI SEJARAH YANG ADA DI BREBES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: